Efek Domino One Way: Beban Arus Pantura Cirebon Mulai Meningkat
Pemudik melintas di ruas arteri Jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026) malam. (Foto: ANTARA/Fathnur Rohman)

Efek Domino One Way: Beban Arus Pantura Cirebon Mulai Meningkat

Arus mudik H-4 Lebaran 2026 di Pantura Cirebon didominasi sepeda motor. Volume kendaraan naik 3,69% dipicu limpahan arus one way dari tol. Cek datanya.

TIMES Cirebon,Selasa 17 Maret 2026, 22:07 WIB
161
A
Antara

CirebonDenyut nadi mudik di jalur arteri Pantai Utara (Pantura) Kota Cirebon mulai menunjukkan eskalasi signifikan pada Selasa (17/3/2026) malam atau H-4 Lebaran. Kebijakan rekayasa lalu lintas di ruas tol secara langsung memberikan tekanan pada jalur legendaris ini, menciptakan fenomena limpahan arus yang dinamis.

Data terbaru dari Tim Traffic Count (TC) Dinas Perhubungan Kota Cirebon mencatat pergerakan masif sejak pukul 00.00 hingga 19.30 WIB. Sebanyak 62.858 kendaraan terpantau melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Angka ini merefleksikan kenaikan sebesar 3,69 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada mudik Lebaran 2025.

Dominasi Roda Dua dan Analisis Arus

Secara spesifik, potret mudik di jalur arteri tetap didominasi oleh pemudik sepeda motor. Dari total volume kendaraan, sebanyak 53.104 unit merupakan kendaraan roda dua. Jika dirata-ratakan, sekitar 2.619 unit kendaraan melintasi aspal Cirebon setiap jamnya.

Kepala Pos Pengamanan Simpang Pemuda Polres Cirebon Kota, Iptu Suganda, mengonfirmasi bahwa kepadatan mulai merayap sejak pukul 15.00 WIB. Kondisi ini bertepatan dengan pemberlakuan sistem satu arah (one way) di ruas jalan tol, yang secara otomatis mengalihkan sebagian volume kendaraan ke jalur arteri.

"Terjadi peningkatan pergerakan dari kedua arah. Khususnya kendaraan dari arah Jawa menuju Jakarta sebagai imbas dari pengaturan di jalur bebas hambatan," jelas Iptu Suganda di Cirebon, Selasa malam.

Strategi Pengaturan Tanpa Rekayasa Ekstrem

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengedepankan pengaturan manual di titik-titik rawan kemacetan dibandingkan penerapan rekayasa lalu lintas statis. Fokus utama petugas adalah menjaga agar roda kendaraan tetap berputar (keep moving) untuk meminimalisir penumpukan di persimpangan utama.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, sebelumnya telah memprediksi tren kenaikan ini. Menurutnya, jalur Pantura merupakan "katup pengaman" saat jalur tol mengalami beban puncak.

"Jalur arteri Pantura akan terkena imbas pembuangan arus dari tol saat one way diberlakukan. Kami telah menyiapkan asesmen di lapangan, termasuk kemungkinan pengalihan arus ke jalur alternatif Cirebon-Indramayu jika kepadatan melebihi ambang batas," ungkap AKBP Eko Iskandar.

Kesiagaan Personel di Titik Lelah

Peningkatan volume sebesar 3,69 persen ini menjadi indikator bahwa antusiasme mudik tahun 2026 tetap tinggi. Kepolisian mengimbau para pemudik, terutama pengendara sepeda motor, untuk tetap waspada terhadap titik lelah di sepanjang wilayah Cirebon.

Meskipun arus terpantau padat, koordinasi lintas sektoral antara Dishub dan Polri memastikan bahwa hambatan di jalur arteri tetap dalam kendali melalui penjagaan ketat di setiap simpul vital Kota Udang tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Cirebon, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.