Sambut Maba, HIMABSA UINSSC Ingatkan Mahasiswa agar Tetap Kritis
Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (HIMABSA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Masa Pengenalan Jurusan (MANJUR) di Auditorium FDKI pada Rabu (2/9/2026).
CIREBON – Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (HIMABSA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar Masa Pengenalan Jurusan (MANJUR) di Auditorium FDKI pada Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang bertema Manifestasi Khazanah Arabiyyah: Menempa Akademisi Muda yang Inovatif, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global ini menjadi ruang pengenalan bagi mahasiswa baru terhadap lingkungan, budaya, dan kehidupan akademik di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA).
Ketua Panitia MANJUR Fihri Ardiani mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga membantu mahasiswa baru memahami lebih dekat lingkungan dan budaya yang ada di jurusannya.
"Jadi kita tidak hanya mengenali lingkungan kampus saja, tapi juga harus mengenali lingkungan jurusan, ada apa saja. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa baru di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab," ujar Fihri.
Menurutnya, MANJUR juga menjadi upaya untuk membangun kedekatan antarmahasiswa sekaligus menanamkan sikap kritis sejak awal.
Ia berharap mahasiswa BSA angkatan 2026 mampu berkembang menjadi generasi yang memiliki daya saing hingga tingkat global.
"Harapannya angkatan 2026 ini bisa menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat global, tetap kritis, saling mengakrabkan dengan anggota baru, dan mengenal budaya kampus di jurusan," tuturnya.
Selain pengenalan jurusan, peserta juga memperoleh materi mengenai ITHLA (Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia) yang disampaikan oleh Pengurus ITHLA yaitu Apip Abdul Lathif, DPP II.
Materi tersebut diarahkan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada wadah organisasi mahasiswa Bahasa Arab sekaligus mendorong mereka agar aktif memanfaatkannya.
Ia menilai mahasiswa baru perlu mengenal ruang-ruang pengembangan diri di luar perkuliahan.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi salah satu bekal dalam membangun kemampuan yang dibutuhkan mahasiswa di masa mendatang.
"Seminimal-minimalnya, mahasiswa baru mengetahui apa itu ITHLA dan bisa mengambil peran ketika ada wadah tersebut. Yang terpenting, mereka harus mencari sesuatu yang tidak hanya ada di dalam ruang kelas," jelasnya.
Ia juga menekankan tiga karakter yang perlu dimiliki mahasiswa, yakni kreatif, inovatif, dan adaptif.
Ketiganya dinilai penting agar mahasiswa mampu berkembang mengikuti perubahan zaman sekaligus menghasilkan gagasan dan terobosan baru.
"Mahasiswa harus kreatif dalam mencari dan menggali pengetahuan sendiri, inovatif dengan menghasilkan sesuatu yang baru, serta adaptif terhadap perkembangan zaman," katanya.
Bagi mahasiswa baru, kegiatan ini menjadi pengalaman awal untuk mengenal lebih dekat jurusan dan lingkungan organisasi mahasiswa.
Zafira Azahra, salah satu mahasiswa baru BSA, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari rangkaian kegiatan tersebut.
"Karena ini pertama kalinya juga, jadi seru. Banyak dapat wawasan dan materi baru dari pemateri-pemateri yang hebat. Bisa lebih kenal dan lebih mengetahui jurusan serta kakak-kakak HIMABSA," ungkap Zafira.
Ia juga menyebut materi mengenai ITHLA dan kepemimpinan menjadi bagian yang membuatnya lebih memahami kehidupan kemahasiswaan di BSA. (*)
Pewarta: Nuryatun'Afiah, Najwatun
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

