TIMES CIREBON, SURABAYA – Aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya kembali memanas, ribuan massa berpakaian serba hitam memaksa masuk ke area gedung. Kericuhan hebat pecah sekitar pukul 22.34 WIB, Sabtu (30/8/2025)
Suara ledakan yang diduga berasal dari petasan terdengar bersahutan di tengah kerumunan. Bahkan, kobaran api mulai terlihat di beberapa titik gedung, menandakan situasi semakin tak terkendali.
Tidak hanya itu, sejumlah pengunjuk rasa merangsek masuk ke dalam gedung dan melakukan perusakan. Berbagai fasilitas kantor seperti kursi, komputer, hingga printer rusak parah akibat amukan massa.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya telah turun langsung menemui para demonstran. Mereka menuntut agar rekan-rekan mereka yang diamankan pihak kepolisian segera dibebaskan.
“Yang kemarin sempat dirawat di rumah sakit saya monitor, di Soetomo sampai tujuh sudah selesai. Bukan tidak bertanggung jawab, yang ada di RS saya sendiri pantau,” ujar Khofifah di hadapan massa sekitar pukul 20.40 WIB.
Khofifah mengungkapkan, saat ini terdapat 41 orang yang diamankan di Polrestabes Surabaya. Dua di antaranya telah dibebaskan pada siang hari.
“Di Polrestabes, jam 14.00 tadi sudah ada yang dilepaskan. Sekarang proses terus berjalan, karena 41 orang, dua sudah dilepaskan,” jelasnya.
Meski telah menyampaikan informasi tersebut, situasi tetap tidak mereda. Gubernur Khofifah pun kembali mengimbau agar aksi tidak berujung anarkis.
“Saya harap semua berjalan baik, jangan anarkis, jangan terprovokasi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih berupaya mengendalikan situasi di sekitar Gedung Negara Grahadi. (*)
Pewarta: Syaiful Bahri
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Gedung Negara Grahadi Tetap Dibobol dan Dibakar Massa Meski Gubernur Khofifah Sudah Beri Penjelasan
Pewarta | : Syaiful Bahri |
Editor | : Faizal R Arief |