Pemeriksaan Mata Jadi Penting, Gangguan Penglihatan Anak Meningkat Pasca Pandemi
Mantan Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita Moeloek mengungkapkan hasil penelitian dalam kegiatan uji publik inovasi pemeriksaan kesehatan mata dan jiwa anak di Jakarta, Kamis (9/10/2025) . (FOTO: ANTARA)

Pemeriksaan Mata Jadi Penting, Gangguan Penglihatan Anak Meningkat Pasca Pandemi

Gangguan penglihatan pada anak sekolah dasar meningkat pasca pandemi akibat penggunaan gawai berlebihan. Mantan Menkes Nila Moeloek tekankan pentingnya pemeriksaan mata rutin dan intervensi dini untuk menjaga prestasi belajar anak.

TIMES Cirebon,Kamis 9 Oktober 2025, 10:17 WIB
218.9K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAMantan Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita Moeloek, mengungkapkan hasil penelitian terbaru menunjukkan peningkatan signifikan kasus gangguan penglihatan pada anak sekolah dasar setelah masa pandemi COVID-19. Temuan ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kemampuan belajar dan prestasi akademik anak.

“Selama pandemi, anak-anak banyak belajar dari rumah dan menggunakan gawai untuk waktu yang lama. Kebiasaan ini membuat mereka lebih sering melihat jarak dekat, yang berdampak pada pertumbuhan bola mata menjadi lebih panjang, atau dikenal sebagai mata minus,” kata Nila dalam kegiatan uji publik inovasi pemeriksaan kesehatan mata dan jiwa anak di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Menurut Nila, bentuk bola mata yang ideal seharusnya bulat sempurna dengan diameter sekitar 22 milimeter. Namun, berbagai faktor seperti keterbatasan cahaya di ruang belajar, struktur rongga mata yang kecil, dan kebiasaan melihat dekat secara berlebihan dapat mengubah bentuk bola mata menjadi lonjong.

“Bola mata yang memanjang menyebabkan cahaya tidak jatuh tepat pada saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa memperburuk kemampuan belajar anak,” jelasnya yang dikutip dari Antara.

Penelitian yang dilakukan bersama Satuan Penanggulangan Gangguan Refraksi (SPGR) menemukan bahwa sekitar 40 persen anak sekolah dasar di Jakarta mengalami gangguan penglihatan, naik tajam dari angka sebelumnya yang hanya 13–15 persen. Kondisi ini mengkhawatirkan karena memengaruhi kemampuan anak untuk belajar di kelas. Banyak anak yang tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas, sehingga sering dianggap tidak fokus atau nakal.

Nila menekankan bahwa pemberian kacamata terbukti meningkatkan prestasi akademik anak. “Setelah diberi kacamata, mereka bisa belajar dengan nyaman, fokus, dan nilai rapornya meningkat,” ujarnya.

Ia berharap temuan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, guru, dan orang tua agar lebih peduli terhadap kesehatan mata anak sejak dini. Nila juga menekankan pentingnya pemeriksaan mata rutin di sekolah untuk mencegah penurunan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Gangguan penglihatan pada anak bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi juga pendidikan dan kualitas generasi. Deteksi dini dan intervensi sederhana, seperti kacamata, bisa membawa perubahan besar bagi prestasi belajar dan kehidupan anak-anak,” tutup Nila.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Cirebon, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.