TIMES CIREBON, MALANG – Pengajian Daerah dalam rangka Milad ke-113 Muhammadiyah digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah atau PDM Kabupaten Malang di pelataran rest area Lumba-lumba DesaTalok Turen Kabupaten Malang, Ahad (30/11/2025).
Pengajian Daerah Muhammadiyah ini dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A. Hadir pula, Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib, serta pemangku Pendopo Wironegaran Rest area Lumba-lumba, KPAA Sucipto Wironegoro.
Ketua PDM Kabupaten Malang, H. Nurul Humaidi menyampaikan, Persyarikatan Muhammadiyah dalam sejarahnya telah menjadi bagian dari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pergerakan dan perkembangannya, Muhammadiyah juga banyak mengisi dan berkontribusi bagi pembangunan sumberdaya manusia melalui Amal-amal Usaha Muhammadiyah di semua daerah.
Mengusung tema 'Memajukan Kesejahteraan Bangsa', Humaidi menekankan pentingnya menghindari konflik yang dapat menyebabkan perpecahan. Ia menganalogikan organisasi sebagai sebuah perjalanan bersama dalam mewujudkan cita- cita.
"Dalam berorganisasi Muhammadiyah, kami meminta para kader jangan membangun tembok yang besar, yang hanya akan menjadi penghalang dan jarak pemisah nantinya," tandas Humaidi.

Maka dari itu pula, ia menegaskan bahwa pemikiran dan gerakan Muhammadiyah harus tetap terbuka dan inklusif, demi kemajuan, kemakmuran dan kemaslahatan dalam hal apapun.
"Sebaliknya, yang harus banyak bangun adalah jembatan. Semakin banyak jembatan, maka akan menjadi penghubung di antara kita dalam memperjuangkan ukhuwah islamiah," imbuhnya.
Ia menambahkan, sikap mementingkan sikap ego masing-masing menunjukkan ketidaksiapan dalam berorganisasi dan berbangsa dalam keberagaman.
Dalam kesempatan ini, Ketua PDM Kabupaten Malang juga mengenalkan dan melaunching program SensusMu, sebagai upaya membangun basis data keanggotaan dan simpatisan Muhammadiyah.
Menurut Humaidi, dengan database yang lengkap, akan diketahui tidak hanya jumlah melainkan pula kondisi yang utuh warga dan simpatisan Muhammadiyah.
"Maka, dari hasil SensuMu nanti, akan banyak manfaatnya, bisa dikapitalisasi semua potensi warga Muhammadiyah dalam berbagai sektor, mulai potensi ekonomi hingga politik dan kepentingan kebijakan publik di Kabupaten Malang," jelas akademisi FAI UMM ini.
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, dalam sambutannya menyampaikan, momen peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 penting menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi sebagai gerakan Islam yang mencerahkan, memajukan, dan mempersatukan umat.
Milad kali ini, menurutnya, bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat untuk memperkuat komitmen beragama yang berkemajuan, komitmen memajukan pendidikan, serta komitmen memakmurkan masyarakat.
"Sejak didirikan, Muhammadiyah telah menunjukkan keteladanan dalam amal usaha, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat," terang Wabup Lathifah.
Pemkab Malang, lanjutnya, akan terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai ormas keagamaan, termasuk Muhammadiyah, dalam upaya pembangunan sumberdaya manusia, pengembangan usaha kecil menengah, kesehatan ibu dan anak, penanggulangan kemiskinan, serta pembinaan generasi muda. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Semangat Milad ke-113 Muhammadiyah, PDM Kabupaten Malang Terbuka Jadi Gerakan Inklusif
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Ronny Wicaksono |