Hukum dan Kriminal

(JANGAN DITIRU) Dianiaya Tetangga, Anak di Cirebon Ini Wajahnya Ditempelkan Knalpot

Rabu, 20 Oktober 2021 - 19:22
(JANGAN DITIRU) Dianiaya Tetangga, Anak di Cirebon Ini Wajahnya Ditempelkan Knalpot GP anak 9 tahun yang wajahnya ditempelkan ke knalpot panas. (FOTO: Dede Sofiyah/Times Indonesia)

TIMES CIREBON, CIREBON – Kasus kekerasan terhadap anak masih sering terjadi di lingkungan sekitar bahkan oleh orang terdekat. Belum lama ini, GP (9) anak dari Ishak asal Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon mendapat tindak kekerasan oleh tetangganya sendiri.

GP yang saat ini masih duduk dibangku kelas 4 SD beberapa kali mendapatkan perlakuan kurang mengenakan dari NO (16) yang tak lain adalah tetangganya.

Saat tengah bermain dengan temannya di pos, GP tiba-tiba dipanggil oleh pelaku dan menempelkan wajah GP ke knalpot yang masih panas hingga mengakibatkan wajah sebelah kanannya melepuh.

"Anak saya mendapatkan perlakuan ini sudah beberapa kali. Ditempelkan di knalpot panas dua kali, dan pernah dicakar di bagian wajah oleh orang yang sama," ujar Ishak, Rabu (20/10/2021).

Orang tua GP mengaku tidak mengetahui motif si tetangga, sehingga anak semata wayangnya mendapatkan perlakuan tindak kekerasan oleh NO. Dijelaskannya, saat kejadian di pos dekat rumahnya ada dua saksi yang menyaksikan kejadian tersebut.

Namun kata dia, saksi tidak mencoba melerai dan hanya diam saja melihat NO melakukan aksi kekerasan kepada GP. "Selain itu anak saya juga sering disiram air bekas cucian sepeda motor. Saya tidak tau apa yang menyebabkan pelaku begitu benci kepada anak saya," jelasnya.

Atas kejadian itu, ia melaporkan tindak kekerasan kepada pihak desa dan Polres Cirebon Kota akan tetapi belum ada tindakan. Ishak kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon untuk meminta perlindungan dan keadilan.

"Tidak ada maksud untuk memenjarakan anak dari tetangga saya, hanya saja kami butuh keadilan. Karena dari pihak orang tua tersangka juga tidak ada itikad baik untuk meminta maaf, jadi saya lapor ke KPAID untuk meminta perlindungan," tegasnya.

Ia hanya bisa berharap keadilan untuk anaknya dan untuk psikisnya yang sudah diperlakukan dengan tidak mengenakkan. Bahkan, menyebabkan wajahnya luka akibat ditempelkan ke knalpot panas.

Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah mengatakan,  pihaknya hanya sebatas memberikan perlindungan dan pengobatan terhadap korban dan akan terus mendampingi hingga kasusnya selesai.

"Saat ini GP diamankan dulu, kita dampingi namun belum melakukan tes psikis apakah ada traumatik atau tidak, mungkin dalam waktu dekat akan konsultasi dengan psikiater. Dan tetap kita dampingi," katanya terkait kekerasan yang menimpa anak di Kabupaten Cirebon. (*)

Pewarta : Dede Sofiyah
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Cirebon just now

Welcome to TIMES Cirebon

TIMES Cirebon is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.